Senin, 06 Desember 2010

Cegah Kanker Otak Sebelum Mengobati

Pernah sakit kepala, mual, dan mudah tersinggung, atau mudah lupa? Hati-hati terkena kanker otak! Tapi belum tentu sakit kepala, mual, mudah tersinggung, serta pelupa langsung kita kira kita terkena penyakit berbahaya mematikan ini, baca dulu yang satu ini!

Otak sang pusat kehidupan memang sangat berguna bagi tubuh kita. Dalam waktu yang bersamaan otak harus menjalankan beribu-ribu aktivitas sekaligus. Seperti bagian-bagian tubuh lain, otak pun bisa terkena tumor ataupun kanker. Bedanya, jika pada bagian tubuh lain tumor jinak kadang tidak mengganggu dan tidak berbahaya, di otak tumor jinak pun bisa sangat mengganggu dan membahayakan nyawa. Kanker ini memang tidak berdiri sendiri, kadang multifaktorial, yaitu banyak penyebabnya. Segala sesuatu yang membuat otak kita mendapat paparan bisa menjadi pencetusnya.

Faktor genetik merupakan faktor instrinsik yang diturunkan melalui garis keturunan, selain itu adanya riwayat benturan di kepala walaupun cidera kepala ringan tetap harus dowaspadai, perubahan jaringan yang terbentur bisa juga menjadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal di otak. Faktor pencetus kanker otak dari luar seperti pola hidup (life style) seperti merokok dan makanan kurang serat, bahan karsiogenik yang didapat dari pemakaian minyak goreng yang berulang-ulang, bahan kimia yang terhirup dan tercampur bahan makanan, dan bisa disebabkan pula oleh radiasi bahan - bahan kimia yang dapat memicu tumbunhnya sel kanker.

Gejala yang dapat ditemukan berupa perubahan mental yang ringan (psikomotor asthenia), yang dapat dirasakan oleh keluarga dekat penderita berupa: mudah tersinggung, emosi, labil, pelupa, perlambatan aktivitas mental dan sosial, kehilangan inisiatif dan spontanitas, dan mungkin ditemukan ansietas dan depresi. Gejala ini berjalan progresif dan dapat dijumpai pada 2/3 kasus. Selain itu sering ditemukan pada pengidapnya adalah nyeri kepala yang bervariasi dari ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut, umumnya bertambah berat pada malam hari dan pada saat bangun tidur pagi serta pada keadaan dimana terjadi peninggian tekanan tinggi intrakranial. 30% kasus ada muntah dan umumnya meyertai nyeri kepala. Bangkitan kejang dapat merupakan gejala awal dari tumor otak pada 25% kasus, dan lebih dari 35% kasus pada stadium lanjut. Diperkirakan 2% penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak. Penurunan penglihatan yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata, kelemahan anggota gerak secara bertahap, berjalan limbung, gejala layaknya vertigo atau sempoyongan, maka segera lakukan pemeriksaan diri dan dianjurkan melakukan pemeriksaan MRI.

Lebih baih mencegah daripada mengobati. Semboyan itu pun berlaku untuk kanker otak. Untuk mencegahnya jangan biarkan stres berat menyerang terus-menerus, sempatkan waktu beristirahat, dan lakukan refreshing yang dapat mengurangi dan menghilangkan stres. Batasi radiasi langsung yang terlalu berlebihan pada tubuh, lebih baik gunakan hansfree bila menggunakan telepon seluler dalam waktu lama. Terapkan pola makan sehat dengan gizi yang seimbang, misalnya memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayur, dan biji-bijian serta membatasi diri mengonsumsi lemak. Kurangi konsumsi makanan yang diasap, dibakar dan diawetkan dengat nitrit, maupun zat-zat kimiawi buatan lainnya.

Jaga life style dengan menghentikan konsumsi alkohol dan rokok. Sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur apalagi kalau mempunyai riwayat keluarga penderita kanker otak. Jangan mengonsumsi obat-obatan tertentu sebelum mendapat resep rujukan dokter. Kesalahan penggunaan obat dapat merangsang perkembangan sel kanker. Olahraga secara teratur dan pada porsi yang cukup. Mulai sekarang biasakan mengaplikasikan gaya hidup sehat dan jangan terbawa arus gaya hidup “menghanyutkan”.

0 komentar:

Posting Komentar