Senin, 06 Desember 2010

Konsep Kebutuhan Dasar Manusia

Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis dan bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Menurut King, kebutuhan dasar manusia adalah perubahan energi di dalam maupun di luar organisme yang ditujukan melalui respon perilaku terhadap situasi kejadian dan orang. Sedangkan pendapat dari Roy adalah kebutuhan individu yang menstimulasi respon untuk mempertahankan integritas.

Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri (Potter dan Patricia, 1997). Hirarki kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Moslow (1970) mengatur kebutuhan dasar manusia menjadi lima tingkatan prioritas, antara lain :

· Kebutuhan fisiologis (Physiologic needs)

Merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling hierarki. Kebutuhan tersebut antara lain :

1. Pemenuhan Oksigen dan Pertukaran Gas

Oksigen merupakan kebutuhan fisiologis yang paling penting. Tubuh bergantung dengan oksigen dari waktu untuk bertahan hidup.

2. Kebutuhan Cairan (minuman)

Tubuh manusia membutuhkan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran cairan. Cairan dimasukkan melalui mulut atau secara parental dan cairan meninggalkan tubuh dari saluran pencernaan, paru-paru, kulit, dan ginjal.

3. Nutrisi (makanan)

Untuk membantu klien dalam memenuhi kebutuhan nutrisi mereka, seorang perawat harus mengerti proses pencernaan dan proses metabolik tubuh. Perawat bisa menggunakan beberapa nutrisi tambahan dan teknik untuk memperbaiki defisit nutrisional.

4. Eliminasi

Eliminasi materi sampah merupakan salah satu dari proses metabolik tubuh. Produk sampah dikeluarkan melalui paru-paru, kulit, ginjal, dan pencernaan.

5. Istirahat dan Tidur

Jumlah kebutuhan istirahat bervariasi, bergantung pada kualitas tidur, status kesehatan, pola aktivitas, gaya hidup, dan umur seseorang.

6. Tempat Tinggal

Tidak semua masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak. Terkadang dapat di bawah standard an tidak memberikan perlindungan yang penuh.

7. Keseimbangan Suhu Tubuh

Tubuh hanya berfungsi secara normal hanya dalam rentang temperature yang sempit, 37 0C (98,6 0F) ± 1 0C. Temperatur tubuh di luar rentang ini dapat menimbulkan kerusakan, efek yang permanen seperti kerusakan otak atau kematian.

8. Seksual

Seks dianggap oleh Maslow (1970) seagai kebutuhan dasar fisiologis yang secara umum mengambil prioritas di atas tingkat kebutuhan yang lebih tinggi dan untuk memenuhinya dipengaruhi oleh umur, latar belakang sosial budaya, etika, nilai, harga diri, dan tingkat kesejahteraan.

· Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (safety and security needs)

Kebutuhan ini dibagi menjadi dua, yaitu :

a. Perlindungan fisik meliputi perlindungan atas ancaman terhadap tubuh atau hidup seperti penyakit, kecelakaan, bahaya dari lingkungan dan sebagainya.

b. Perlindungan psikologis yaitu perlindungan atas ancaman dari pengalaman yang baru dan asing.

· Kebutuhan rasa cinta, memiliki dan dimiliki (love and belonging needs)

Kebutuhan untuk memiliki dan dimiliki, antara lain memberi dan menerima kasih sayang, kehangatan, persahabatan, mendapat tempat dalam keluarga, kelompok sosial, dan sebagainya.

· Kebutuhan harga diri (self-esteem needs)

Kebutuhan ini terkait dengan keinginan untuk mendapatkan kekuatan, meraih prestasi, rasa percaya diri dan kemerdekaan diri. Selain itu, orang juga memerlukan pengakuan dari orang lain.

· Kebutuhan perwujudan diri (need for self actualization)

Kebutuhan perwujudan diri menurut Maslow merupakan kebutuhan dasar tertinggi dalam hierarki berupa kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain/lingkungan serta mencapai potensi diri sepenuhnya, memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah dan mengatasinya dengan cara realistis yang berhubungan dengan situasi hidup.

Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Dasar Manusia

Manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan dasar yang sama, namun karena adanya perbedaan budaya, kebutuhan tersebut menjadi berbeda. Dalam memenuhi kebutuhan manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Jika gagal memenuhi kebutuhannya, manusia akan berpikir lebih keras dan bergera untuk berusaha mendapatkannya.

Faktor – faktor yang mempengaruhi kebutuhan dasar manusia, yaitu :

1. Penyakit

Penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan pemenuhan kebutuhan, baik secara fisiologis maupun psikologis karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan besar dari biasanya.

2. Hubungan Keluarga

Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatan pemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, dan tidak ada rasa curiga.

3. Konsep Diri

Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Konsep diri yang positif memberikan makna dan keutuhan (wholeness) bagi seseorang. Konsep diri yang sehat menghasilkan perasaan positif terhadap diri. Orang yang merasa positif tentang dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan, dan mengembangkan cara hidup yang sehat sehingga mudah memenuhi kebutuhan.

4. Tahap Perkembangan

Erikson berpendapat jika individu dapat membina hubungan intimacy, maka kebutuhan cinta dan rasa memiliki terpenuhi. Sedangkan pendapat dari Maslow yaitu kebutuhan aktualisasi diri yang utuh mempunyai karakteristik sebagai berikut:

· Realistik, melihat kehidupan secara penuh dan objektif, tentang apa yang diobservasinya.

· Cepat menyesuaikan diri dengan orang lain.

· Mempunyai persepsi yang tinggi dan tegas.

· Mempunyai dugaan yang benar terhadap sesuatu kebenaran dan kesalahan.

· Sering / selalu akurat dalam memprediksi kejadaian yang akan datang.

· Mengerti seni, musik, politik dan filosofi.

· Rendah hati, mendengar orang lain dengan penuh perhatian.

· Mempunyai dedikasi untuk bekerja sama, bertugas dari tempat kerja.

· Berkreatifitas, fleksibel, spontan, berani dan sudi mengakui kesalahan.

· Terbuka ide-ide baru.

· Percaya diri dan menghargai diri.

· Konfliks diri yang rendah, kepribadian yang interaksi.

· Menghargai diri sendiri, tidak membutuhkan kemasyura, mempunyai perasaan kontrol terhadap diri sendiri.

· Kemandirian tinggi, mempunyai hasrat privacy.

· Dapat tampil, tidak mengecilkan diri, objektif dan tidak memihak.

· Bersahabat, menyayangi dan lebih banyak menentukan dilingkungannya.

· Dapat mengambil keputusan apabila ada pertentangan pendapat.

· Berfokus pada masalah (problem centred) tidak berfokus pada pribadi.

· Menerima dunianya apa adanya.

DAFTAR PUSTAKA

Wartonah, Tarwoto. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Anonim. 2009. Konsep Kebutuhan Dasar Manusia. (http://bascommetro.blogspot.com/2009/06/konsep-kebutuhan-dasar-manusia.html) [30 November 2009]

Arifiyanto, Dafid. 2008. Konsep Manusia dan Kebutuhan Dasar. (http://dafid-pekajangan.blogspot.com/2008/02/konsep-manusia-dan-kebutuhan-dasar.html) [30 November 2009]

Anonim. 2009. Konsep Manusia. (http://nursecerdas.wordpress.com/2009/04/16/konsep-manusia/) [30 November 2009]

Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan vol 1. Jakarta: EGC

0 komentar:

Poskan Komentar